Kamis, 18 Maret 2010

contoh paragraf induktif dan deduktif ( creative writing)

contoh paragraf induktif:
jangan pernah belajar "dadakan" artinya belajar sehari sebelum ujian. belajarlah mulai dari sekarang, belajar akan efektif kalau belajar kumpulan soal.hal ini dapat dilakukan dengan cara menjawab soal di buku kumpulan soal, mencocokkannya lalu menilainya, barulah materi yang tidak dikuasai dicari dibuku. inilah beberapa tips belajar menjelang akhir ujian nasional.

contoh paragraf deduktif:
beberapa tips belajar menjelang akhir ujian nasional. jangan pernah belajar "dadakan" artinya belajar sehari sebelum ujian.belajarlah mulai dari sekarang, belajar akan efektif kalau belajar kumpulan soal. hal ini dapat dilakukan dengan cara menjawab soal dibuku kumpulan soal, mencocokkannya lalu menilainya, barulah materi yang tidak dikuasai dicari dibuku.

Senin, 15 Maret 2010

who am i?? (creative writing)

saya berasal dari keluarga yang sangat sederhana,saya tinggal bersama nenek, ibu, dan adikku. saya adalah anak pertama dari dua bersaudara, ibu ku adalah wanita yang sangat saya banggakan karna selama ini hanya dialah yang banting tulang untuk memenuhi kebutuhan keluargaku, sekarang ini saya adalah harapan terbesar ibu ku, jadi saya tidak ingin mengecewakan dia, dan saya berharap suatu saat nanti ibu bangga kepada saya. saya sangat menyayangi keluargaku terutama sama ibu yang sudah melahirkan, membesarkan, dan menyayangi saya.

mengapa kita harus mempelajari filsafat komunikasi?

karna seluruh ilmu hakikatnya berasal dari filsafat, menjadikan filsafat ibu segala ilmu.darinya seluruh ilmu berasal,darinya pula seluruh ilmu dan pengetahuan manusia dilahirkan,filsafat bermula dari pertanyaan dan berakhir dengan pertanyaan.hakikat filsafat adalah bertanya terus menerus, karenanya dikatakan bahwa filsafat adalah sikap bertanya itu sendiri.dengan bertanya,filsafat mencari kebenaran.namun,filsafat tidak menerima kebenaran apa pun sebagai sesuatu yang sudah selesai. yang muncul adalah sikap kritis,meragukan terus kebenaran yang di temukan. dengan kata lain, hakikat utama filsafat adalah berfikir untuk menjawab pertanyaan.
filsafat merupakan upaya,metode,proses, atau cara untuk mencari kebenaran.filsafat terlahir sebagai sikap kritis dan radikal untuk selalu mempersoalkan apa saja guna mencapai kebenaran yang paling akhir,paling dalam. dengan bertanya, bersikap kritis membongkar asumsi,manusia lalu berfikir tentang apa yang di pertanyakannya.dengan bertanya, manusia berusaha menemukan jawaban atas apa yang di tanyakan.dari sini muncul ide atau konsep tertentu yang menjawab pertanyaan tadi.

Selasa, 19 Januari 2010

TEORI DIFUSI INOVASI

Seperti dalam teori dua tahap, pada teori difusi inovasi pengeruh media juga di pandang tak secara langsung mengenai individu, tetapi terdapat sumber non media yang turut mempengaruhi efektifitas pesan media, hanya saja dalam teori ini pengaruh non media tidak merujuk pada opinion leader, tapi kepada siapa saja yang bisa memengaruhi seperti tetengga atau teman. Karenanya difisi melibatkan pengetahuan, persuasi, keputusan, dan konfirmasi. Sedangkan bila di lihat dari cara pengelolaan penyiaran sebagai medium komunikasi massa, maka terdapat tiga paradigm yaitu otoritarianisme, liberal, dan tanggung jawab social.

Otoritarinisme merupakan paradigm paling tua, sejarahnya sama panjang dengan sejarah rezim otoriter itu sendiri, penyiaran otoriter menempatkan media sebagai alat propaganda pemerintah. Fungsi penyiaran adalah menjustifikasi versi kebenaran Negara tentang berbagai persoalan yang muncul dalam kehidupan masyarakat. Dalam paradigm otoritarinisme, penyiaran boleh mengeluarkan kritik sejauh tidak bertentangan dengan kepentingan status quo. Otoritas perizinan media penyiaran ada di tangan pemerintah. Izin dapat di cabut secara sepihak setiap saat, dan sensor penyiaran dilakukan secara ketat. Penyiaran orde baru merupakan contoh nyaris sempurna penerapan paradigm otoritarianisme dalam dunia penyiaran.

Paradigma liberal adalah antithesis paradigm otoriter, penyiaran tak lagi menjadi alat pemerintah. Dan bisa di miliki secara pribadi. Namun, hokum industrial membuat kepemilikikan media hanya menjadi otoritas para pemodal besar. Kepentingan pemodal, pertama-tama adalah akumulasi keuntungan dan privilege social politik.dan kalau perlu baru kemudian kritik social. Dalam system liberal, control terhadap media penyiaran ada di tangan para pemilik modal. Dunia penyiaran Indonesia dan penyiaran dunia sekarang ini secara keseluruhan terpengaruh oleh iklim liberalism media penyiaran.

Sedangkan paradigma tanggung jawab social adalah merupakan pengembangan sekaligus kritik terhadap paradigma liberal. Prinsip bahwa penyiaran harus di lepaskan dari interfensi pemerintah, tetap di pertahankan. Namun muncul sensibilitas besar terhadap dampak buruk penyiaran liberal, yakni kepemilikan media yang monopolistik dan dampak-dampaknya terhadap potensi manipulasi informasi oleh kekuatan modal.

INDUSTRI MAJALAH

Perkembangan:
Perkembangan majalah memiliki beberapa tahapan, seiring perjalanan peradaban manusia mengembangkan media sebagai sarana penyampaian informasi. Menurut ENCYCLOPEDIA BRITTAN NICA:
Abad ke 17: meskipun pada masa cina kuno pernah di terbitkan sesuatu yang menyerupai majalah, tetapi majalah yang kita kenal saat ini baru ada pada saat ini baru ada setelah di temukannya mesin cetak. Majalah yang paling awal erbaulice monaths-unterre dungen(1663-1668) diterbitkan oleh johann rist, seorang teolog dan penyair dari hamburg, jerman. Jenis majalah yang ringan isinya, atau berkala hiburan, pertama kali terbit pada tahun 1672, yaitu le mercare galant (berubah nama, pada tahun 11714, menjadi mercure de france) di dirikan oleh seorang penulis, jean donneau de vice, isinya kisah-kisah kehidupan,anekdot, dan mutiara hikmah resep yang terbukti populer dan di tiru secara luas.
Abad ke 18: inggris, perkembangan di inggris, di tandai dengan keadaan masyarakat yang telah menigkat kemampuan “melek huruf”-nya (literacy) khususnya di kalangan perempuan di tambah menggenjalanya kesadaran masyarakat hal-hal baru.
Abad ke 19: awal pendistribusian massal, di awal terbitnya berbagai majalah di desain hanya untuk kalangan terbatas, penerbitnya lebih suka di sebut pengelolah “quality” magazines, sejak tahun 1830-an bermunculanlah majalah-majalah berharga murah, yang di tujukan kepada publik yang lebih luas. Awal berbagai majalah ini menyajikan materi-materi yang bersifat meningkatkan, mencerahkan, dan menghibur keluarga, tapi pada akhir abad 18 berkembang majalah-majalah populer yang semata-mata menyajikan hiburan.
Di AS, sampai tahun 1850 berkembang itu tidak di temukan, yang tercatat mengembang penerbitan berkala nasional, jangkauan oplahnya, yaitu Saturday evening pos (1821-1869, terbit lagi tahun 1971) dan youth companion(1827-1929). Pada seperempat akhir abad ke 19, penerbitan majalah mengalami peningkatan pasar, masyarakat mendapat limpahan informasi dan hiburan. Di AS BOOMING penerbitan majalah terjadi setelah ekspansi besar-besaran pasca peran sipil, juga berkat meningkatnya kecepatan pengiriman majalah lewat pos (1879) peningkatan sirkulasi ini membawa efek awal tertentu bagi penerbitan majalah, yakni iklan, dan tentu saja menekan biaya produksi.
Abad ke 20: iklan majalah berita dan lainnya, iklan pada awalnya di tentang di berbagai majalah, alasan-alasan menjaga nilai-nilai satrawi (kesus astraan) di pakai sebagai penguat penolakan. Perkembangan kehidupan yang memula waktu masyarakat semakin cepat, di abad 20 serta teknologi cetak yang telah mengirimkan limpahan informasi demikian rupa, telah mendorong tumbuhnya penerbitan majalah yang ringkas, padat, dan pendek sajian-sajiannya. Yang pertama melihat hal itu, dan sekaligus memunculkan kelas baru lagi dunia penerbitan ialah majalah berita amerika time, yang di terbitkan tahun 1923 oleh Briton hadden dan henry luce. Selain majalah berita, ada pula jenis packel magazine (majalah-majalah saku) specialized magazines (majalah-majalah khusus) serta majalah-majalah scholarly (ilmiah) cultural (kebudayaan) dan literary (kesusastraan).

Minggu, 15 November 2009

Perkembangan digitalizasi media massa sekarang n implikasinya.

Era informasi yang tlah hadir di hadapan kita, mau tidak mau akan membawa dampak positif maupun negatif. Tanpa inisiatif yang tinggi menyambut datangnya era informasi ini, kita hanya akan menjadi penonton, atau bahkan jadi korban (sitting duck). Namun jika kita mampu berada dan ikut menjadi pelaku di dalamnya, kita akan dapat menikmati dan merasakan sisi positif dari era informasi ini. Dampak kemajuan teknologi informasi yang tidak sehat akan berdampak jauh lebih berbahaya di banding keunggulannya dan kemanfaatannya terutama di kalangan remaja seperti di negara barat. Kita sangat mudah melihat dan menerima informasi dari belahan dunia tanpa harus memerlukan biaya yang mahal. Untuk menghindari hal itu masyarakat harus dapat melihat dan membedakan isu-isu mana yang bermanfaat dan yang tidak bermanfaat untuk di adopsi demi untuk kemajuan dan kemaslahatan umat manusia secara keseluruhan. Teknologi informasi adalah suatu teknologi yg digunakan untuk mengola data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasil informasi yg berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu. Yang diguna untuk keperluan pribadi, pendidikan, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategi untuk pengambilan keputusan. Teknologi siaran sejak PELITA 1 teknologi berupa siaran radio dan televisi tlah diprogramkan memang sarana dan prasarana pada waktu itu blum ada atau blum memadai, namun dengan perkembangan teknologi siaran, seperti siaran langsung dari satelit dan pemancar ulang berdaya rendah. Tlah memungkinkan dicapainya seluruh pelosok tanah air. Teknologi ini trus berkembang sampai dengan PELITA berikutnya. Yang kemudian berkembang dengan munculnya televisi swasta dan jaringan televisi siaran lokal. Satelit komunikasi sejak tahun 1976, indonesia tlah memasuki era informasi modern dengan beroperasinya SKSD PALAPA 1. Sistem satelit komunikasi ini merupakan kebutuhan yang unik bagi indonesia, karna keadaan dan letak geografisnya, dasar pertimbangan pengembangan sistem ini adalah untuk keperluan pendidikan, perorangan, hiburan, pemerintahan, bisnis, dan pertahanan keamanan, dan perindustrian. komputer perkembangan perangkat keras komputer berlangsung sangat pesat. Selain daya muatnya yang semakin besar, kecepatan operasinya juga semakin tinggi. Jika 10 tahun lalu microprocessor komputer mampu mengakses memori dengan kecepatan perjutaan (neno) detik. Komputer meja atau personal computer saat ini sudah tidak di pandang sebagai barang mewah lagi. Melainkan sebagai suatu kebutuhan yang esensial untuk dapat mengikuti kemajuan. Perkembangan yang sama juga terjadi pada media elektronik sekarang sudah ada internet, radio, streaming radio, serta podcasting. Dan pada televisi yg kita tonton setiap hari sudah menggunakan teknologi digital bahkan sudah ada alternatif lain yaitu Tv kabel, selain itu, kita bisa mengirim atau melihat vidio secara online. Misalnya melalui situs you tube, karna pesatnya perkembangan teknologi membuat persaingan bisnis pertelevisian semakin ketat serta makin banyaknya stasiun Tv yang muncul. Stasiun Tv berusaha menyajikan pilihan acara yang makin tersegmen. Penggunaan teknologi berkembang dengan cepat, sejak Pc (thn 70-an) dalam segala bidang bidang kehidupan. Sehingga dapat di katakan bahwa terdapat pergeseran antara hubungan manusia dengan teknologi, yaitu ketika sebuah kondisi dimana manusia menjadi bergantung pada teknologi. Terbentuk dengan demikian, perkembangan teknologi tersebut kemudian mempengaruhi rancangan sistem yg harus dapat membantu manusia dalam melakukan aktivitasnya. Sistem harus sesuai dengan kebutuhan manusia dan di rancang, berorientasi kepada manusia sebagai pemakai. Sebelum sistem di rancang, maka terdapat beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan interaksi dan perancangan itu sendiri mengenai pengaruhnya terhadap nilai-nilai manusia (user) sebagai makhluk individu dan sosial. Perkembangan teknologi dapat menyebabkan manusia semakin bergantung dengan teknologi tersebut memudahkan user (manusia) untuk memanfaatkannya. Akan tetapi perlu di perhatikan juga nilai-nilai dasar manusia agar di pertahankan, sehingga bukan sistem yang mengatur user, tetapi user yg mengatur sistem. Perkembangan teknologi komunikasi dewasa ini tlah menggeser ritme gaya, kebiasaan dan budaya hidup umat manusia di dunia ini. Perkembangan teknologi komunikasi juga telah melahirkan kebiasaan-kebiasaan baru yang tidak perna terpikirkan sebelumnya. Karna posisinya yang strategis itu teknologi komunikasi menjadi kunci utama dalam setiap pola dan prilaku kehidupan sehari-hari. Kesimpulan yg tepat untuk menyatakan masyarakat masa depan adalah masyarakat yang sedang berubah. Tak ada waktu untuk menundah perubahan itu apalagi menolaknya. Dan pula perubahan itu tidak hanya dalam satu atau dua fase kehidupan melainkan menyeluruh, bersifat global.

Minggu, 18 Oktober 2009

pengalaman baru

tak terbayng klw sy akan punya blog. ni semua berkat bapak yang mw membuat anak didiknya nukan hanya belajar atw tatap muka di kampus saja tetapi jg bisa berhubungan lewat tekhnologi komunikasi via internet.